Ensiklopedia Asma'ul Husna
0.0
(0)
Rp 150.000
`Beli Sekarang
`Tambah ke Keranjang

Diskon Akan Berakhir Setelah

2HARI
11JAM
30MENIT
0DETIK
Penulis Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Badr, Pustaka Imam asy-Syafi’iFiqih atau pemahaman tentang asma Allah yang indah. Asma’ul Husna merupakan bahasan yang mulia dalam khazanah ilmu keislaman. Bahkan ia adalah fiqih paling agung  (al-Fiqhul Akbar). Adapun fiqhul Asma’ul Husna ini termasuk kategori paling awal dan terdepan dalam cakupan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari nomor 71 dan Muslim nomor 1037).Pengetahuan tentang asma’ul husna ini merupakan objek termulia yang digandrungi jiwa yang manusia. Dan ia merupakan sebaik-baik ilmu yang harus diraih  oleh mereka yang mendapat petunjuk dan hidayah-Nya. Bahkan merupakan tujuan utama dan terakhir yang hendak diraih oleh mereka yang berlomba dan saling bersaing untuk memperebutkannya.Ilmu ini bagaikan tiang pancang menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah pintu utama meraih kecintaan dan keridhaan-Nya, jalan lurus bagi siapa saja yang dicintai Allah dan dipilih-Nya kelak.Jika setiap bangunan itu memiliki pondasi, maka pondasi agama Islam adalah beriman kepada Allah berikut asma’ dan sifat-sifat-Nya. Semakin kokoh sebuah pondasi, maka ia akan semakin kuat menopang bangunan tersebut.  Sehingga tidak akan runtuh dan hancur.Ibnul Qayyim rahinmahullah berkata, “Siapa yang ingin membangun gedung yang tinggi, maka ia harus mengukuhkan pondasinya. Dan ia juga harus selalu terus memantau pembangunannya.  Sesungguhnya bangunan yang tinggi menjulang bertumpu pada kekuatan dan kekokohan pondasinya. Amal perbuatan dan derajat kemuliaan seseorang itu ibarat satu bangunan, dan pondasinya adalah iman. Setelah pondasi bangunan ini kuat dan kokoh, ia akan menopang bangunan itu menjulang tinggi. Jika salah satu bagian dari bangunan ini rusak, perbaikannya pun akan mudah dilakukan. Namun, jika pondasi bangunan tersebut tidak kokoh, maka bangunan tersebut tidak mungkin dapat berdiri dengan kokoh, tidak ada kekuatan. Jika nanti salah satu bagian dari pondasi ini rusak, bangunan ini pasti rentan roboh.Seorang ahli kontruksi pasti selalu memikirkan peletakan pondasi yang benar dan kokoh. Sebaliknya, orang yang bukan ahlinya meninggikan bangunan tanpa pondasi yang kokoh, sehingga bangunan yang didirikannya itu pasti tidak berapa lama akan runtuh. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan mengenai hal tersebut dengan firman-Nya:أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ“Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam Neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Surat at-Taubah: 109)

Produk Lainnya

Rp 200.000
Rp 190.000
Paket Para Sahabat Nabi
(0)
Share
Rp 90.000
Doa dan Wirid
(0)
Share
Rp 150.000
Syarah Aqidah
(0)
Share
Rp 69.000
Rp 48.300
Syarah Ta'lim Al Muta'alim
(0)
Share
Rp 74.000
Syarah Sifat Sholat Nabi
(0)
Share
Social Media
Kontak
0812-8182-4445
0812-8182-4445
tokobukuimamsyafiibekasi@gmail.com
Berita Newsletter
`Berlangganan
@2020 imamsyafiibekasi.com Inc.